Senin, 16 Februari 2015

Sepucuk Cerita Dibalik Istigfar

Malam ini kembali lagi aku mendapatkan sebuah cerita yang luar biasa menurutku.

Dalam Quran surat An-Nasr : 3 yang berbunyi “Fasabbih Bihamdi robbika wastaghfir” mari kita dalami arti dari setiap kata ini.

Fasabbih berasal dari kata Subhan yang artinya maha suci Allah dengan kata lain fasabbih merupakan kata untuk mengesakan-Nya untuk bertasbih kepada-Nya.


Hanya Allah yang maha suci, karena Kita bisa beribadah adalah karena kehendak ini, niat ini digerakkan olehNya, karena  taufik dan hidayah-Nya. Dalam rangka mengingatNya maka sebaiknya kita merasa bahwa diri ini masih kotor, lebih rendah diri dihadapan-Nya agar selalu berusaha untuk mensucikan diri ketika hendak berucap dengan-Nya karena tidak pantas kita berucap, memohon sesuatu dalam keadaan kotor sedang ia Sang Maha Suci. 

Bihamdi berasal dari Alhamdu yang artinya Segala Puji  dengan kata lain Bihamdi  adalah kata untuk memuji  Allah.

Saat kita beribadah, merasa diri ini lebih baik dari pada orang lain kita tidak boleh bangga hanya karena bisa melakukan yang orang lain lakukan karena ada yang memiliki kehebatan luar biasa lebih dari pada makhluk semesta , adalah Allah maha Pencipta yang menciptakan dunia dan seisinya. Untuk itullah kita sebagai makhluk ciptaan-Nya harusnya lebih memuji  kebesaranNya karena tiada yang mampu menandingiNya.

Wastaghfir  berasal dari kata istigfar yang artinya memohon ampun pada Allah.

Rasulullah SAW setiap sehari- malamnya paling sedikit mengucap kata istighfar sebanyak 70 kali. Padahal kita semua mengetahui bahwa baginda nabi telah memperoleh jaminan syurga oleh Allah, dan beliau senatiasa suci dan bersih dari segala dosa, tapi meski begitu tak menghentikan beliau di setiap malamnya untuk mengucap kata istighfar. Apalagi kita sebagai manusia biasa yang pasti melakukan kesalahan, pasti melakukan dosa, dan bahkan belum ada jaminan masuk ke syurga, pantaskah kita melewatkan untuk mengucap kata istighfar?.
Sepucuk cerita dibalik istighfar.

Ada sebuah cerita mengenai seseorang yang telah meninggal, Allah memerintahkannya untuk masuk ke neraka karena amalan yang dilakukan olehnya. Seluruh anggota badannya bersaksi untuk setiap hal yang dikerjakan oleh si fulan ini, dan semuanya mengakui bahwa si fulan tidak pernah melakukan apa yang agamanya perintahkan, selalu berbuat dosa. Maka segeralah di perintah untuk ke neraka. Namun ada satu anggota tubuh lain yang berbicara, dia adalah alis matanya fulan.

“Ya Allah bolehkah saya bersaksi untuk fulan ini?” Tanya alis, dan alis diperbolehkan untuk bersaksi menceritakan apa yang ia rasakan.
“orang ini adalah orang yang tidak taat dan tidak mematuhi aturan yang Engkau perintahkan, tapi saya merasakan dengan segenap kenyataan yang pernah ia lakukan dalam kehidupannya di sebuah malam,,,”

“…yaitu dia menangisi seluruh dosa-dosa yang pernah ia lakukan hingga alis mata ini merasakan linang air matanya. Dia bersungguh-sungguh hingga saya menangis bersamanya.” 

Begitulah kesaksian sang alis, maka atas kesaksian itu dan kebesaran serta pemaafnya Allah, fulan dihapuskan seluruh dosanya dan diperbolehkan masuk syurga. Subhanallah betapa sangat berharganya sebuah kata istighfar atau permintaan ampun ini. 

Mohon maaf apabila ada kesalahan yang admin tuliskan, karena setiap kesalahan itu berasal dari manusia tanpa daya ini. Jika ada kesalahan boleh memberi komentar agar bisa saling mengingatkan. 

Mudah-mudahan tulisan ini selalu mengingatkan admin agar ilmu yang sedikit ini tidak terlupakan dan juga tulisan ini bisa bermanfaat bagi semua pembaca. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar