Malam ini kembali lagi aku
mendapatkan sebuah cerita yang luar biasa menurutku.
Dalam Quran surat An-Nasr : 3 yang
berbunyi “Fasabbih Bihamdi robbika wastaghfir”
mari kita dalami arti dari setiap kata ini.
Fasabbih berasal dari kata Subhan
yang artinya maha suci Allah dengan kata lain fasabbih merupakan kata untuk
mengesakan-Nya untuk bertasbih kepada-Nya.
Hanya Allah yang maha suci,
karena Kita bisa beribadah adalah karena kehendak ini, niat ini digerakkan
olehNya, karena taufik dan hidayah-Nya.
Dalam rangka mengingatNya maka sebaiknya kita merasa bahwa diri ini masih
kotor, lebih rendah diri dihadapan-Nya agar selalu berusaha untuk mensucikan
diri ketika hendak berucap dengan-Nya karena tidak pantas kita berucap, memohon
sesuatu dalam keadaan kotor sedang ia Sang Maha Suci.
Bihamdi berasal dari Alhamdu yang
artinya Segala Puji dengan kata lain Bihamdi adalah kata untuk memuji Allah.
Saat kita beribadah, merasa diri
ini lebih baik dari pada orang lain kita tidak boleh bangga hanya karena bisa
melakukan yang orang lain lakukan karena ada yang memiliki kehebatan luar biasa
lebih dari pada makhluk semesta , adalah Allah maha Pencipta yang menciptakan
dunia dan seisinya. Untuk itullah kita sebagai makhluk ciptaan-Nya harusnya
lebih memuji kebesaranNya karena tiada
yang mampu menandingiNya.
Wastaghfir berasal dari kata
istigfar yang artinya memohon ampun pada Allah.
Rasulullah SAW setiap sehari-
malamnya paling sedikit mengucap kata istighfar sebanyak 70 kali. Padahal kita semua
mengetahui bahwa baginda nabi telah memperoleh jaminan syurga oleh Allah, dan
beliau senatiasa suci dan bersih dari segala dosa, tapi meski begitu tak
menghentikan beliau di setiap malamnya untuk mengucap kata istighfar. Apalagi
kita sebagai manusia biasa yang pasti melakukan kesalahan, pasti melakukan
dosa, dan bahkan belum ada jaminan masuk ke syurga, pantaskah kita melewatkan
untuk mengucap kata istighfar?.
Ada sebuah cerita mengenai
seseorang yang telah meninggal, Allah memerintahkannya untuk masuk ke neraka
karena amalan yang dilakukan olehnya. Seluruh anggota badannya bersaksi untuk
setiap hal yang dikerjakan oleh si fulan ini, dan semuanya mengakui bahwa si
fulan tidak pernah melakukan apa yang agamanya perintahkan, selalu berbuat
dosa. Maka segeralah di perintah untuk ke neraka. Namun ada satu anggota tubuh
lain yang berbicara, dia adalah alis matanya fulan.
“Ya Allah bolehkah saya bersaksi
untuk fulan ini?” Tanya alis, dan alis diperbolehkan untuk bersaksi
menceritakan apa yang ia rasakan.
“orang ini adalah orang yang
tidak taat dan tidak mematuhi aturan yang Engkau perintahkan, tapi saya
merasakan dengan segenap kenyataan yang pernah ia lakukan dalam kehidupannya di
sebuah malam,,,”
“…yaitu dia menangisi seluruh
dosa-dosa yang pernah ia lakukan hingga alis mata ini merasakan linang air
matanya. Dia bersungguh-sungguh hingga saya menangis bersamanya.”
Begitulah kesaksian sang alis,
maka atas kesaksian itu dan kebesaran serta pemaafnya Allah, fulan dihapuskan
seluruh dosanya dan diperbolehkan masuk syurga. Subhanallah betapa sangat berharganya sebuah kata istighfar atau permintaan ampun ini.
Mohon maaf apabila ada kesalahan
yang admin tuliskan, karena setiap kesalahan itu berasal dari manusia tanpa
daya ini. Jika ada kesalahan boleh memberi komentar agar bisa saling
mengingatkan.
Mudah-mudahan tulisan ini selalu
mengingatkan admin agar ilmu yang sedikit ini tidak terlupakan dan juga
tulisan ini bisa bermanfaat bagi semua pembaca. Aamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar