Minggu, 26 Mei 2013

UNTUKMU IBU


Dalam  renungan kerap diriku merasa sungguh dunia seakan tak adil. Seperti tanpa perbedaan antara siang dan malam, hari berganti hari rasanya sama dalam terpaan badai. Tapi dalam ganasnya badai, aku menempati sebuah perahu yang luar biasa tangguh dalam menghadapi kekejaman lautan, melawan serangan badai hingga mengantarkanku ketempat yang lebih indah. Begitulah sosok ibu dimataku.
Tak terasa waktu ini berlalu, setiap detiknya beliau habiskan demi kebahagiaanku. Guratan diwajah itu adalah tanda, yang setiap garisnya terwujud demi senyuman anak-anak tercinta.  Ingin rasanya aku mengurangi guratan yang terlihat menyiksa itu.
          Kau mencintaiku...
          Seperti bumi mencintai titah tuhannya...
          Tak pernah letih menanggung beban derita...
          Tak pernah lelah menghisap luka...
(kutipan puisi novel KCB II)