Kata ini kembali muncul saat aku berada di titik rendah. Titik dimana logika tengah berimajinasi disertai keadaan hati yg tak stabil.
Yaa aku merindukannya, merindukan bait yg ku cipta, jemari yg menari, kertas yg tak lagi kosong.
Mungkin aku tak pandai berucap, hingga maksud yg tak sampai.
Yaa aku merindukannya, merindukan bait yg ku cipta, jemari yg menari, kertas yg tak lagi kosong.
Mungkin aku tak pandai berucap, hingga maksud yg tak sampai.