Senin, 19 Desember 2016

Flash Back

Setiap foto adalah suatu tanda bukti sejarah, yang merupakan bagian dari memori dan perjalanan kita.
Malam ini entah kenapa ada yang menggeliti tangan ku untuk membuka file lama, ya.. itu adalah foto-foto ku dulu.
Ahh masa terdahulu yang menyenangkan, menyedihkan, begitu jujur, apa adanya, dan sangat dirindukan. Untuk satu foto, satu ingatan. Ada kalanya foto saat itu begitu menyebalkan, tapi itu yang bisa membuatku tertawa saat ini, menertawakan masalalu yang konyol.
Kawan, siapapun yang membaca paragraf ini, nikmatilah kehidupanmu lakukan hal yang terbaik dari dirimu. Ukir sejarah yang menyenangkan, bersama orang-orang yang tulus menyayangimu, meskipun kejadian menyebalkan sekalipun.
Karena suatu saat nanti kamu akan rindu pada kisah lamamu, dan mungkin menyesal tak melakukan hal luar biasa yang paling terbaik darimu.
Nikmati, syukuri, jalani dengan baik. Pepatah orang spesial ini kembali ku tulis. hehehe.
Terimakasih untuk ibu tercinta, atas segala pengorbanan yang ku tak mengerti harus dengan cara seperti apa membalasmu, terimakasih untuk sahabat tercinta ku yang pernah mengukir kenangan-kenangan ini, terimakasih untuk kamu yang InshaaAllah kita ciptakan kenangan bersama dimasa mendatang.
Cinta kalian yang membuatku mampu melewati masa terberat, bahkan bayangan sejarah yang ingin ku lupakan itu. Tapi tanpa masalalu, aku tak mungkin jadi diriku yang sekarang.
Jadi tetaplah ukir kenangan, cerita, memori, sejarah dengan syukur dan senyuman.
#love

Senin, 14 November 2016

Sebuah Cerita

Selalu, saat perasaan stabil aku tak menemukan apapun tuk ku lukiskan dengan penaku. Aku merindu kata dibalik makna. Tunggu.....

Cinta, kisahmu dan kisahku adalah dua kisah berbeda yang kemudian dipertemukan dalam halaman yang sama. Kau dengan semua pertanyaanmu, dan aku dengan semua kekhawatiranku, yang pada akhirnya harus terungkap untuk mendapat suatu fakta.

Senin, 24 Oktober 2016

Renungan imajinasi

Kata ini kembali muncul saat aku berada di titik rendah. Titik dimana logika tengah berimajinasi disertai keadaan hati yg tak stabil.
Yaa aku merindukannya, merindukan bait yg ku cipta, jemari yg menari, kertas yg tak lagi kosong.
Mungkin aku tak pandai berucap, hingga maksud yg tak sampai.

Selasa, 04 Oktober 2016

Wanita dan Perempuan

Hal yang seharusnya simple tapi di buat rumit, hal yang seharusnya rumit tambah rumit. Benarkah begitu???
Aku mengakui pada diriku seperti itu, meskipun sebenarnya dalam hal ini aku tak bisa menjudge semua sama.

Namun sebenarnya tergantung situasi dan kondisi, misalnya tentang cinta (bahas ini lagi) aku menyederhanakan cinta dengan sebuah rasa, bukan definisi karena ia menurutku tak terdefinisi.

Senin, 08 Agustus 2016

Tentang Jatuh

Kau bisa melihat gemerlap bintang, Kau bisa memandang sinar rembulan, langit biru, awan putih, kemilau jingga. Semua itu keindahan. Lalu kau bisa apa? Berusaha naik ke langit untuk mendekat?  tidak kau bisa terjatuh..

Menyimpan harapan tentang seseorang seperti berangan pergi kelangit yg tentu saja berakhir dengan jatuh. Saat terjatuh maka apa yang terjadi? Tentu sakit.

Sabtu, 23 Juli 2016

Dibalik Jingga

Jingga pagi ini berbeda dari biasanya, karena ada ketegangan yg diawali sapaan jingga ini. Jingga ini tak henti menebar pesonanya pada ku. Dia begitu hangat. Senyuman yg langit bawa dibalik warna jingga menguatkan aku untuk berada dalam langkah ini.


Senin, 04 Juli 2016

Goresan Kecil ku

Aku, tak pandai mengucapkan kata cinta untuk kalian, ibu dan ayah ku.
Terutama untuk ayah.
Ayah,,, bukan maksudku menghindar dari mu karena aku benci padamu. Justru aku sangat sayang kepadamu, rindu kepadamu. Namun saat ini aku sedang berusaha untuk mengucapkan kata ini, aku tak pernah mengerti mengapa sulit sekali untuk aku mengucap sesuatu padamu.