Berdasarkan penulisan ku tentang cinta, pandanganku sendiri mengenai cinta adalah terdapat dua sisi dalam cinta layaknya 2 buah gambar koin, saling berkebalikan namun tak dapat dipisah kan. sama halnya dengan cinta antara bahagia dan air mata.
Bukan berarti aku menakuti tapi aku hanya mengingatkan siapa yang berani mencintai maka ia harus berani merasakan pahitnya cinta. tergantung seperti apa cinta yang kita rasakan. tapi ada satu cinta yang luar biasa indah saat kita memeperoleh cinta-Nya.
Ketika kita merasa, sebagai pengagum rahasia hanya mampu mencintai tanpa mendapat respon yang kita harap, maka ketika itulah seharusnya sadar bahwa ada yang mampu membalas cinta kita lebih besar dari yang kita ketahui, Cinta-Nya.
Kadangkala kita terlalu sibuk menuruti kehendak hati tanpa kompromi dengan fikiran, sehingga fikiran hanya sebagai pengatur agar kehendak hati ini dilaksanakan, tapi dari kesibukan itu kita lupa, lupa mengingatNya.
apa yang seharusnya diakukan?
Seperti yang kuketaui bahwa memang kita diberi perasaan cinta dari sang Pemilik Cinta, namun kita juga harus membentenginya sekuat mungkin, jangan sampai karena hanya satu celah maka runtuh semua benteng pertahanan hatimu. sehingga tempat yang seharusnya Dia tempati dihatimu tergantikan oleh dia yang kamu harapkan, padahal itu masih belum pasti. percayalah kita terlahir didunia telah diciptakan berpasang-pasangan, antara tulang rusuk dan pemiliknya. jika perasaan yang kau rasakan saat ini adalah rasa kagum yang berlebihan berhati-hatilah bisa jadi itu hanya hawa nafsu yang seharusnya dikendalikan.
Tapi ketika perasaan cinta itu tak menggeser sedikitpun keberadaan Sang Pemilik Cinta yang sebenarnya dihatimu, tak merubah aktifitas hatimu saat mengingatNya, tak menjadikan kerinduannya melebihi kerinduan kau kepadaNya, maka dengan mudah lisan itu berkata, aku mencintaimu karena Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar