Aku, tak pandai mengucapkan kata cinta untuk kalian, ibu dan ayah ku.
Terutama untuk ayah.
Ayah,,, bukan maksudku menghindar dari mu karena aku benci padamu. Justru aku sangat sayang kepadamu, rindu kepadamu. Namun saat ini aku sedang berusaha untuk mengucapkan kata ini, aku tak pernah mengerti mengapa sulit sekali untuk aku mengucap sesuatu padamu.
Aku sangat ingin seperti mereka yg duduk dan bersendau gurau bersama mu, tapi keadaan yg membuatku jauh dari mu, dan sesuatu terjadi diluar kehendak kita, serta keadaan mentalku yg menjadikan kita berada di antara jarak sekalipun itu hanya satu jengkal. Namun dalam doaku tak henti ku sebut namamu. Aku bersyukur karena aku lahir dari orangtua seperti kalian.
Ibu yg menguatkan ku untuk tetap berjalan meskipun harus merangkak terjatuh, dan engkau yg mengajarkanku tentang menghargai segala keadaan hidup, meskipun engkau sama sekali tak pernah menyebut kata cinta dan sayang, meskipun rasa cinta mu tak tersampaikan secara langsung aku meyakini dalam diammu kau mengkhawatirkan aku, dalam doa mu kau selalu perhatikan aku.
Lagi lagi aku tak pernah tau apakah pesan ini akan sampai padamu ayahku. Untuk sekarang cukup Illahi yg berbisik padamu lewat doa-doa ku. Mudah-mudahan suatu hari kedepan kau bisa membaca segenap rasa cinta ku. Tidak aku akan berusaha mengucapkannya langsung padamu.
Ayah tercintaku...
Terutama untuk ayah.
Ayah,,, bukan maksudku menghindar dari mu karena aku benci padamu. Justru aku sangat sayang kepadamu, rindu kepadamu. Namun saat ini aku sedang berusaha untuk mengucapkan kata ini, aku tak pernah mengerti mengapa sulit sekali untuk aku mengucap sesuatu padamu.
Aku sangat ingin seperti mereka yg duduk dan bersendau gurau bersama mu, tapi keadaan yg membuatku jauh dari mu, dan sesuatu terjadi diluar kehendak kita, serta keadaan mentalku yg menjadikan kita berada di antara jarak sekalipun itu hanya satu jengkal. Namun dalam doaku tak henti ku sebut namamu. Aku bersyukur karena aku lahir dari orangtua seperti kalian.
Ibu yg menguatkan ku untuk tetap berjalan meskipun harus merangkak terjatuh, dan engkau yg mengajarkanku tentang menghargai segala keadaan hidup, meskipun engkau sama sekali tak pernah menyebut kata cinta dan sayang, meskipun rasa cinta mu tak tersampaikan secara langsung aku meyakini dalam diammu kau mengkhawatirkan aku, dalam doa mu kau selalu perhatikan aku.
Lagi lagi aku tak pernah tau apakah pesan ini akan sampai padamu ayahku. Untuk sekarang cukup Illahi yg berbisik padamu lewat doa-doa ku. Mudah-mudahan suatu hari kedepan kau bisa membaca segenap rasa cinta ku. Tidak aku akan berusaha mengucapkannya langsung padamu.
Ayah tercintaku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar