Rabu, 16 April 2014

Qona’ah


Qona’ah artinya mereasa cukup dengan apa yang kita dapatkan dari Allah SWT. Kepada kita. Sikap qana’ah ini akan membuahkan rasa syukur kepada allah. Bagaimanan nggak bersyukur sedang allah begitu maha pemurahnya memberikan segalanya gratis buat kita. Tuh, kesehatan, ilmu, waktu luang, fasilitas alam, dan banyak nikmat Allah lainnya. Semuanya Allah berikan untuk manusia gratissssss…

Membina sika qona’ah memang cukup sulit, apalagi di zaman matrealisme dan budaya konsumerisme seperti sekarang ini. Segala kebutuhan dan kehidupan selalu dinilai dengan uang. Maka ketika tidak mempunyai uang, manusia merasa miskin dan kekurangan. Dan kemudian orang selalu saja merasa kurang dengan apa yang didapatnya. Coba kamu, kalau pegang uang seribu pasti berandai-andai punya sepuluh ribu,. Udah punya sepuluh ribu mesti berandai-andai punya seratus ribu. Yang punya seratus ribu juga pingin berandai-andai pegang uang sejuta. Begitu seterusnya, nahkan orang kaya yang serba punya pun akan selalu merasa kurang.

Padahal sesungguhnya jika kita mau merenung, orang yang selalu merasa kurang justru meski dia mempunyai banyak harta, itulah orang yang miskin. Bukankah dia tidak qana ‘ah dan selalu ingin mempunyai lebih ? sedang orang kaya sesungguhnya adalah orang yang senantiasa merasa cukup dengan apa yang ada ditangannya. Dia tidak kekurangan dan sepenuhnya yakin bahwa rezeki datangnya dari Allah.jadi kekayaan bukan terletak pada berapa banyak kita bersikap terhadap harta tersebut, cukup atau kekurangan.
Bagaimana dengan kita ? jika kita masih saja kurang, berarti kita adalah orang yang miskin. Namun jika kita merasa cukupdan senatiasa bersyukur, kita adalah orang kaya, setidaknya kaya hati dan jiwa.

Godaan terbesar dari budaya matrealistme saat ini banyak menimpa para gadis. Kita memang suka melihat sesuatu yang indah. Coba siapa yang tahan melihat pakaian mode terbaru yang kemarin dipakai artis di televisi tiba-tiba sudah mejeng di mall, temen kuliah kita yang kelihatan anggun dengan tas prada dan gucci, lalu teman kursus kita yang tinggi semapai, kakinya indah bersandal yongki komaladi. Duuh , pingiiin. !
Mungkin kita berkamuflase denga tiruran benda-benda itu yang kita beli ditanah abang atau mangga dua, tapi yang namanya nafsu itu mana mau sih diturunin dengan barang tiruan doang, ketahuan  teman yang senang branded gimana ? gengsi dong…

Godaan lain yang membuat kita susah bersikap qana’ah adalah maraknya handphone di tanah air. Rasanya setiap hari addaaaa… aja hp keluaran terbaru yang masuk ke indonesisa dan yang pasti bikin kita ngiler. Jadilah kita generasi yang bisanya make doang gonta-ganti hp. Habis bagaimana yaa … hp yang kita beli setahun lalu kinii sudah  keitnggalan zaman. Kata teman siii, pantesnya buat ngelempar si guguk.
Kalau fitur-fitur terbaru itu memang kita butuhkan dan kita mempunyai uang untuk membelinya sih gapapa, tapi kalo ga ada yaaaa ga usah maksain. Kan fungsi utama hp itu untuk nelfon, kalau sudah mencukupi ya nggak usah mkasain diri apalagi sampai ngambek dan ogah sekolah hanya karena ingin ganti hp.

Berhubungan dengan qanaah ada satu ayat
 ''dan janganlah kamu iri  hati terhadap apa yang telah dikaruniakn allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain..''

sebetulnya ngapainn sih mesti iri dengan kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. biarin aja mereka memakai segala sesauatu yang bermerek, kita dengan pakaian sederhana yang kita miliki pun tetap cantik kok. bahkan lebih cantik dari mereka. lagi pula dalam salah satu  -Nya, Allah mengatakan bahwa sebaik-baiknya pakaian adalah pakaian takwa.  

selain membuahkkan rasa syukur yang terus menerus kepada Allah, sikap qana'ah juga menghasilkan ketenangan dalam diri kita .terserah teman mau memakai pakaian semahal apapun kita enggak akan pernah ngiri apalagi dengki.

tapi ada satu hal yang harus kita catat, sikap qana'ah bukanlah tawakal butadan pasrah tanpa mau berusaha, apaladi dalam hal menuntut ilmu, masa teman kita dapat I P tiga koma tappi kitamerasa cukup dengan PMDK (Persatuan Mahasiswa Dua Koma). wah itumah qona'ah yang salah kaprah.

Akhirnya qana'ah bukan dijadikan alasan kita untuk bermalas-malasan. ingat , selama masih hidup kita wajib terus berusaha. sabda Nabi,  berusahalah untuk duniamu seolah-olah kita akan hidup selamanya dan berusahalah untuk akhiratmu seolah-olah kita kan meninggal esok.*

repost : A-Z Menjadi Gadis Terindah karya Lia Heliana

1 komentar: